Perusahaan

DSI Menggelar Audit K3 di Proyek Jembatan SIAK Pekanbaru

August, 27 2025 234 View

Pekanbaru, 22 Agustus 2025 - PT Delta Systech Indonesia melaksanakan kegiatan Site Visit Dan Audit K3 yang dilakukan oleh para Direksi pada proyek pembangunan Jembatan Sungai Siak, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Ruas Pekanbaru “ Rengat, Seksi Lingkar Pekanbaru. Kegiatan ini berlangsung di Direksi Keet PT Delta Systech Indonesia dan Lokasi proyek dengan agenda utama mengevaluasi progres pekerjaan dan memastikan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran manajemen puncak perusahaan, yaitu Direktur Utama PT Delta Systech Indonesia, Direktur Operasional, Procurement Manager, Kepala Divisi Form Traveller, Koordinator HSE, serta tim lapangan proyek Jembatan Siak. Kehadiran pimpinan tertinggi bersama tim teknis menegaskan komitmen bahwa aspek keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab satu bagian, melainkan budaya bersama yang dijalankan di seluruh lini organisasi.


Dalam pelaksanaan proyek Jembatan Siak ini, PT Delta Systech Indonesia berkolaborasi erat dengan PT Hutama Karya Infrastruktur selaku kontraktor utama. Kedua perusahaan memiliki komitmen yang sama dalam menjunjung tinggi prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama di setiap tahap konstruksi. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan standar keselamatan yang konsisten, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan, sehingga proyek dapat diselesaikan tidak hanya dengan kualitas yang optimal, tetapi juga dengan memastikan tercapainya budaya kerja yang aman dan berkelanjutan bagi seluruh tenaga kerja yang terlibat. Dalam sesi evaluasi project, beberapa poin penting menjadi sorotan utama,di antaranya:


  1. Pembinaan pekerja yang meliputi cara kerja alat, metode kerja aman, dan pemahaman SOP agar seluruh tim memiliki standar yang sama dalam menjaga keselamatan.
  2. Pemasangan CCTV untuk memantau pergerakan pekerjaan secara real-time sehingga setiap progres lapangan dapat dikontrol lebih baik.
  3. Pemeriksaan peralatan utama, seperti kondisi group pump, hydraulic pump, serta jack stressing yang dipastikan layak dan aman digunakan. 
  4. Pekerjaan grouting mendapat perhatian khusus karena menjadi salah satu pekerjaan kritis yang harus sesuai SOP.

Selain itu, perusahaan juga menekankan pentingnya kedisiplinan administrasi, untuk mendukung semangat dan kenyamanan kerja seluruh karyawan di proyek. Tim audit kemudian melakukan pemeriksaan langsung di area lapangan. Beberapa hal yang menjadi catatan dalam audit lapangan antara lain:

  1. Baut FT (Form Traveller) harus selalu kencang dan diperiksa secara berkala dengan checklist resmi.
  2. Peralatan baja seperti PT Bar dan Smoothbar yang mengalami karat diberikan cairan antikarat serta dibersihkan secara rutin untuk memperpanjang umur pakai. 
  3. Panel listrik dan jalur kabel mendapat perhatian pada aspek kerapihan instalasi serta pencegahan potensi kerusakan kabel akibat tepi kotak panel yang tajam.

Langkah-langkah audit ini bukan hanya bersifat korektif, yaitu memperbaiki temuan dan kekurangan yang ada di lapangan, tetapi juga memiliki sifat preventif yang bertujuan untuk mencegah timbulnya permasalahan serupa di kemudian hari. Melalui pendekatan tersebut, setiap potensi risiko yang berhubungan dengan keselamatan kerja maupun kualitas konstruksi dapat diidentifikasi sejak dini dan ditekan seminimal mungkin. Dengan demikian, audit ini tidak hanya menjadi mekanisme evaluasi rutin, tetapi juga berfungsi sebagai upaya strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, tertib, dan sesuai dengan standar K3 yang berlaku.

Langkah preventif ini sekaligus memastikan bahwa seluruh pekerja memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan, sehingga budaya safety-first benar-benar terimplementasi secara menyeluruh di proyek Jembatan Siak. Komitmen Safety Hingga Selesai Proyek Direktur Utama PT Delta Systech Indonesia dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan proyek bukan hanya diukur dari ketepatan waktu dan kualitas konstruksi, tetapi juga dari zero accident atau nihil kecelakaan kerja. Oleh karena itu, penerapan prinsip safety-first harus dijalankan konsisten dari level pekerja paling bawah hingga jajaran manajemen puncak. Melalui kegiatan site visit dan audit K3 ini, perusahaan berharap seluruh tim proyek memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga keselamatan, bekerja dengan disiplin, serta memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai standar teknis maupun prosedur K3.


Dengan komitmen ini, proyek pembangunan Jembatan Sungai Siak diharapkan dapat diselesaikan sesuai target waktu, memberikan manfaat besar bagi konektivitas wilayah, dan menjadi bukti nyata bahwa aspek keselamatan kerja selalu menjadi prioritas utama PT Delta Systech Indonesia dalam setiap proyek infrastruktur strategis.

Sebagai penutup, PT Delta Systech Indonesia menegaskan bahwa kegiatan site visit dan audit K3 bukanlah sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen nyata perusahaan untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja. Direksi berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda yang dilakukan secara berkala, sehingga budaya safety-first dapat terus terjaga dan diterapkan secara konsisten di seluruh level organisasi. Dengan langkah ini, PT Delta Systech Indonesia berharap setiap pekerjaan konstruksi tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan pekerja, lingkungan, dan masyarakat luas.

Admin

Author